Senin, 05 September 2011

Facebook Oh Facebook


                Facebook oh facebook. Kita tidak tau menau apa tujuan kita sesungguhnya mendaftarkan identitas diri di jejaring temuan Mark Zuckerberg ini. banyak untung juga banyak pula buntung. Di jejaring yang satu ini juga dapat kita jumpai akun-akun yang tak jelas. Akun palsu, tipu identitas, akun dengan photo orang lain dan sejenisnya itu. Jelas kita muak, muak sekali. Belum lagi dalam hal peristiwa yang sudah terjadi pada kasus yang tak lama kali ini. Istriku laki-laki. Tentu saya tak berharap untuk menjelaskan hal tersebut. Gara-gara perkenalan via facebook, kemudian di lanjutkan ke ruang nyata mereka tak segan-segan untuk jadian, dengan kata lain menjalin hubungan yang serius. Kadang yang jodoh melanjutkan ke hubungan yang lebih serius. Namun terkadang ada juga yang pupus. Yang apes terjadi pada kasus yang saya sebutkan di atas. “Gara-gara facebook, menikah sesama jenis”. 

                Tak cukupkah kita berhenti berceloteh di ruang facebook. Habis mandi lapor facebook, mau makan lapor facebook, mau jalan lapor facebook dan masih banyak juga yang lainnya. Tentu hal itu tak dapat di pungkiri oleh pengguna akun facebook. Bahkan di facebook dapat pula kita temukan dakwah-dakwah yang tak jelas juntrungnya.  Banyak ruang, aplikasi dan sebagainya di cantumkan di dalam operasional facebook. Dari pertemanan, kekeluargaan, bahkan status palsu berbentuk “Lajang, rumit, menikah berpisah dan sebagainya”. 

                Kemarin saya mendadak gagap. Hal itu terjadi setelah saya melihat status teman saya yang secara tiba-tiba menikah di facebook. Dan saya, berpikir ulang-ulang. Padahal saat setelah sehari sebelumnya teman saya tadi tak cerita apa-apa. Bahkan ia tak cerita jika ia sudah menikah. Seminggu kira-kira setelah itu, saya menjumpai status teman saya dari menikah menjadi rumit. Oh apa yang terjadi. Batin saya, sambil bingung. Saya terpaksa saja menghubungi teman saya tadi. Dengan ragu-ragu saya menanyakan kejadian di facebook tersebut. Malah yang terjadi ialah; dia tertawa. Mengakak sambil berkata “gak gaul ah kamu cuy”. Katanya sambil tertawa terbaha-baha. 

                Saya hanya heran dan bingung. Saya tak mengerti apa yang terjadi pada teman saya tersebut. Bahkan di umur yang masih belasan tahun, saya banyak jumpai mereka yang sudah menikah di facebook. Tak cukupkah kita berpacaran? Tak cukupkah kita jika tak berhubungan di facebook. Atau apa guna dari semua itu. 

                Pada ruang maya pula dapat kita simpulkan. Kadang saya memang ingin berlama-lama bergurau dengan teman-teman di jejaring sosial tersebut. Apakah tak ada kegiatan yang lain untuk mengisi waktu senggang di hari-hari kita. Tentu bukan berselancar di facebook.